Rabu, 06 Juni 2012

kalimat aktif transitif

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sintaksis merupakan salah satu unsur kajian bidang bahasa. Dalam sintaksis dibahas mengenai hubungan antarkata yang satu dengan yang lain dalam tuturan. Hubungan antar kata tersebut akan membentuk frase, klausa, dan kalimat. Kalimat merupakan onstruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola tertentu dan dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan. Unsur kalimat juga bisa terdiri atas subjek dan predikat. Dalam kalimat tunggal terdapat kalimat yang berpredikat verbal. Ada bermacam-macam verbal yang memengaruhi macam kalimat yang menggunakannya, diantaranya adalah verba taktransitif, verba semitransitif, dan verba transitif. Verba transitif dibagi lagi menjadi ekatransitif dan dwitransitif. Akan tetapi kalimat yang berpredikat verbal hanya dibagi menjadi tiga yaitu kalimat taktransitif, kalimat ekatransitif dan kalimat dwitransitif. 1.2 TUJUAN 1. Mengetahui pengertian dari kalimat aktif transitif 2. Mengetahui macam-macam kalimat aktif transitif 3. Mengetahui makna unsur pengisi objek BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Kalimat Aktif Transitif Kalimat aktif adalah kalimat yang predikatnya melakukan suatu pekerjaan. Ciri penting yang menandai kalimat aktif, predikat kalimat itu berupa kata kerja yang berawalan me(N)- dan ber-. Namun demikian, tidak sedikit kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai kedua imbuhan tersebut, misalnya yang terjadi pada kata makan dan minum. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang verbanya memerlukan nomina sebagai objek dalam kalimat aktif, dan objek tersebut dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif. Contohnya sebagai berikut. 1. Ibu sedang membersihkan dapur. 2. Ayah menanam padi. 3. Kakak mencuci piring. 4. Saya mengirimkan lamaran ke kantor. Verba yang dicetak miring dalam contoh di atas adalah verba transitif. Masing-masing diikuti oleh nomina atau frasa nominal dan nomina atau frasa nominal itu dapat dijadikan subjek dalam kalimat pasif, seperti 1a. Dapur sedang dibersihkan oleh Ibu. 2a. Padi ditanam oleh Ayah. 2.2 Macam-macam Kalimat Aktif Transitif 1. Kalimat Aktif Ekatransitif Kalimat aktif ekatransitif adalah kalimat yang verba transitifnya diikuti oleh satu objek. Perhatikan contoh berikut. 1. Saya membeli baju. S P O 2. Ibu memasak nasi. S P O 3. Ayah menanam jagung. S P O Kata yang bercetak miring adalah verba ekatransitif karena ketiga verba tersebut hanya memerlukan sebuah objek (membeli, memasak, dan menanam). Objek dalam kalimat yang mengandung verba ekatransitif dapat diubah fungsinya sebagai dalam kalimat pasif. 2. Kalimat Aktif Dwitransitif Kalimat aktif dwitransitif adalah kalimat yang verba transitifnya diikuti oleh dua nomina, satu sebagai objek dan satunya lagi sebagai pelengkap. Perhtikan contoh berikut. 1. Kakak membuatkan adik layang-layang. S P O Pel 2. Ibu membelikan kakak baju baru. S P O Pel 3. Saya sedang mencarikan keponakan saya pekerjaan. S P O Pel Verba yang dicetak miring di atas adalah verba dwitransitif karena masing-masing memiliki objek (adik, kakak, dan keponakan saya) dan pelengkap (layang-layang, baju baru dan pekerjaan). Objek dapat saja tidak dinyatakan secara eksplisit, tetapi yang tersirat di dalam ketiga kalimat itu tetap menunjukkan adanya objek tadi. Jadi, kalimat Kakak membuatkan layang-layang mengandung arti bahwa layang-layang itu bukan untuk kakak, tetapi untuk orang lain. Demikian pula dalam kalimat kedua dan ketiga. Sejumlah verba dwitransitif memiliki ciri semantis yang ‘membedakan fungsi objek dari pelengkap yang berupa nama, julukan, gelar, atau kedudukan.’ Perhatikan contoh berikut. 1. Ayah memanggil orang itu Bejo. a. Orang itu dipanggil ayah Bejo. b. Orang itu Bejo oleh ayah. c. Orang itu ayah panggil Bejo. d. Orang itu dipanggil oleh ayah Bejo. e. Leh ayah orang itu dipanggil Bejo. 2. Masyarakat menuduh dia pencuri. Orang itu dan Bejo pada (1), dia dan pencuri pada (2) merujuk pada orang atau referen yang sama. Bila kalimat seperti itu dijadikan kalimat pasif, maka pelengkapnya berada dibelakang verba (seperti pada 1a-b) atau di uka verba bila bentuk pasifnya seperti (1c). Kata tugas oleh seperti pada (1d) umumnya tidak dipakai, kecuali bila ditempatkan di muka seperti pada (1e). Sementara itu ada pula verba yang dapat berstatus dwitransitif, tetapi dapat juga ekatransitif. Verba seperti memanggil dan menyebut, misalnya, dapat mempunyai satu atau dua nomina di belakangnya. Misalnya, Ibu memanggil kamu si Kecil dan Ibu memanggil kamu (bukan saya). 3. Kalimat Aktif Semitransitif Kalimat aktif semitransitif adalah kalimat aktif yang verbanya boleh ada objek boleh tidak. Namun, perlu dicatat bahwa kalimat yang predikatnya tergolong verba semitransitif tidak disebut kalimat semitransitif. Apabila verba semitransitif itu diikuti nomina atau frasa nominal sebagai objeknya kalimat tersebut disebut kalimat ekatransitif dan kalau nomina atau frasa nominal objek tidak hadir, kalimat itu disebut kalimat taktransitif. Perhatikan contoh berikut. 1. a. Ibu sedang memasak b. Ibu sedang memasak nasi 2. a. Ayah sedang membaca b. Ayah sedang membaca koran Verba memasak dan membaca termasuk verba semitransitif. Kalimat (a) pada contoh (1-2) di atas tergolong kalimat taktransitif, sedangkan kalimat (b) tergolong kalimat ekatransitif karena bentuk nasi dan koran. 2.3 Analisis Kalimat Berdasarkan Fungsi, Kategori dan Peran dalam Teks Wacana 1.Ekatransitif Maria akan mengunjungi kakaknya yang bekerja di Jakarta. S P O = fungsi N FV FV = kategori Pelaku perbuatan penerima = peran 2. Dwitransitif Setiba di istana, Raja Muda memerintahkan Amat Mude pergi ke tengah K S P O Fprep N V N Tempat pelaku perbuatan penerima laut untuk memetik sebuah kelapa gading untuk obat istrinya Pel FV Tempat 3. Semitransitif Ayah sedang membaca S P =fungsi N FV =kategori Pelaku perbuatan = peran 2.4 Peran Unsur Pengisi Objek dalam Kalimat Transitif 1. Penderita Peran objek yang berhubungan dengan benda bernyawa yang berada dalam keadaan menderita atau menyedihkan. Contoh: Budi memukul Andi S P O Objek dalam kalimat tersebut berperan sebagai penderita karena mengalami penderitaan akibat ulah subjek yaitu Budi. 2. Pengalam Peran objek yang berhubungan dengan benda bernyawa atau tidak yang mengalami suatu kejadian tertentu. Contoh: Kecelakaan itu menimpa Doni. S P O Objek dalam kalimat tersebut ( Doni) jelas mengalami suatu kejadian tertentu, yaitu kecelkaan. 3. Penerima Peran objek yang berhubungan dengan benda yang mengalami perubahan kondisi. Contoh: Ayah membelikan Adik mainan. S P O Pel Objek dalam kalimat di atas yaitu Andi berperan sebagai penerima pemberian dari Ayah. 4. Tempat Peran objek yang menunjuk kepada suatu tempat tertentu. Contoh: Para wisatawan mengunjungi Pura Besakih S P O 5. Alat Peran objek yang berkaitan dengan benda tak bernyawa yang dipakai oleh pelaku. Contoh: Polisi menembakkan pistolnya S P O 6. Hasil Peran objek yang bersangkutan dengan benda yang menjadi hasil tindakan predikator. Contoh: Ibu membuat kue. S P O KESIMPULAN Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang verbanya memerlukan nomina sebagai objek dalam kalimat aktif, dan objek tersebut dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif. Macam-macam kalimat aktif transitif 1. Kalimat aktif ekatransitif adalah kalimat yang verba transitifnya diikuti oleh satu objek. 2. Kalimat aktif dwitransitif adalah kalimat yang verba transitifnya diikuti oleh dua nomina, satu sebagai objek dan satunya lagi sebagai pelengkap. 3. Kalimat aktif semitransitif adalah kalimat aktif yang verbanya boleh ada objek boleh tidak Makna unsur pengisi objek 1. Penderita 2. Pengalam 3. Penerima 4. Tempat 5. Alat 6. Hasil DAFTAR PUSTAKA Putrayasa, Ida Bagus. 2008. Analisis Kalimat. Bandung. Refika Aditama. Alwi, Hasan,dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka. Tarmini, Mini. 2012. Sintaksis Bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar